Jenis-jenis Material Dasar Frame Sepeda

Jenis-jenis Material Dasar Frame Sepeda

Bagi yang berencana membeli sepeda, kamu wajib tahu dulu tentang jenis-jenis material apa saja yang biasanya digunakan sebagai dasar frame sepeda. Ini harus diketahui agar kamu tidak salah ketika membeli jenis sepeda yang dipilih.

Kamu mungkin sangat menyesal jika membeli sepeda yang kelihatannya ringan tapi cukup berat saat digunakan. Sepeda dengan jenis tersebut sangat tidak cocok dijadikan sepeda santai atau untuk jarak jauh.

Pasalnya, material dasar frame yang digunakan pada sepeda tersebut akan membuatmu menguras cukup banyak tenaga.

Apa Itu Frame?

Frame biasa disebut dengan kerangka, merupakan bagian penting pada sepeda yang menjadi pusat dari sepeda. Pada kerangka, semua komponen dalam sepeda saling terhubung satu sama lain.

Tapi, apakah kamu tahu kalau frame sepeda itu dibuat dengan material dasar yang berbeda-beda? Pemilihan material yang tepat untuk sepeda yang dibeli, harus dilakukan dengan menyesuaikannya pada kebutuhan.

Sangat tidak disarankan untuk asal membeli frame. Kamu harus menentukan ingin sepeda yang tahan banting, kuat, flex dalam meredam hentakan cukup keras, ringan, atau ingin yang usianya panjang.

Nah, agar kamu tidak bingung lagi ketika memilih, kami punya rangkuman yang bisa dijadikan referensi untuk memilih frame sepeda.

Jenis-jenis Material Dasar Frame Sepeda

Ada beberapa jenis material dasar yang memang digunakan untuk material dasar frame. Setiap jenis mewakili kelebihan, kekurangan, dan punya karakteristik masing-masing. Berikut penjelasannya:

  1. Hi-Ten Steel

Hi-Ten Steel

Pertama ada Hi-Ten Steel. Material ini merupakan singkatan dari High-Tensile Steel. Frame ini berbahan dasar baja atau steel. Biasanya digunakan untuk sepeda low-end, mid, hingga sepeda sport untuk amatir.

Material dasar frame sepeda satu ini cukup kuat dan harganya paling murah jika dibandingkan dengan material dasar lainnya. Lantaran punya bahan dasar baja, tentu frame sepeda Hi-Ten Steel memiliki bobot yang berat.

Adapun kelebihan yang dimiliki yakni:

  • Murah
  • Durable/kuat/tahan banting
  • Lebih gampang diperbaiki saat mengalami kerusakan.

Kekurangannya yakni:

  • Rentan korosi
  • Berat

Hi-Ten Steel punya ciri warna asli yakni abu-abu gelap, gampang karat kalau tidak dilapisi oleh cat, dan memiliki material yang cenderung tebal.

  1. Allumunium Alloy

Selanjutnya ada Allumunium Alloy. Khusus frame ini, bahan dasarnya adalah metal campuran aluminium. Frame ini merupakan salah satu yang cukup populer dan cukup banyak dipakai di hampir seluruh kelas sepeda.

Alluminium Alloy punya ciri lebih ringan dari steel, kuat, dan tahan terhadap korosi. Frame ini juga memiliki durabilitas yang cukup baik meskipun tidak sekuat Hi-Ten Steel. Saat mengalami bengkok karena benturan, biasanya susah diperbaiki.

Kelebihan:

  • Ringan
  • Tahan korosi
  • Harganya masih terjangkau dan variatif.

Kekurangan

  • Kualitas dan kekuatan dari frame menurun setiap waktu.
  • Rentan rusak saat terkena benturan.
  • Susah diperbaiki jika sudah rusak.
  1. Chromoly

Chromoly frame

Chromoly mempunyai bahan dasar steel atau baja serta campuran chromium serta molybdenum. Fram Chromoly punya karakter yang hampir sama dengan Hi-Ten Steel tapi lebih baik.

Bisa dikatakan kalau Chromoly ini merupakan frame next level-nya Hi-Ten Steel. Chromoly masih tergolong berat namun lebih ringan dari Hi-Ten Steel. Daya tahannya pun lebih baik.

Jenis frame ini sangat tepat digunakan untuk sepeda jenis MTB yang biasanya digunakan untuk melewati jalur ekstrim. Misalnya MTB All Mountain atau Dirt Jump. Selama sepeda digunakan untuk menerima hentakan keras, bisa pakai material ini.

Mengenai daya tahannya pada korosi, Chromoly sedikit lebih baik dibandingkan Hi-Ten Steel.

Kelebihan:

  • Durabilitas baik.
  • Tahan lama
  • Kaku tapi flex.
  • Harganya masih terjangkau.

Kekurangan:

  • Masih punya kerentanan terhadap korosi.
  • Berat
  1. Carbon Fiber

Mirip dengan fiberglass, material carbon fiber ini menggunakan campuran epoxy resin dengan serat karbon. Material ini sebenarnya tidak wajib lebih ringan dibandingkan Alluminium Alloy.

Jadi bisa dibuat ringan, berat, lentur, kaku, atau terserah tergantung pada produsen dari frame carbon itu sendiri. Tapi kebanyakan produsen membuat carbon fiber lebih ringan dibandingkan material lain.

Menggunakan bahan yang fleksible, carbon fiber didesain dengan lentur, ringan, maupun berat pada sisi tertentu yang membuat frame punya kombinasi yang unik. Dengan begitu, frame punya kualitas terbaik dan sangat nyaman digunakan.

Kelebihan:

  • Bentuk frame biasanya memiliki desain keren, unik, dan eksotis karena materialnya gampang dibentuk.
  • Tidak akan mengalami korosi.
  • Bisa menentukan jenis frame karbon untuk masing-masing biker.
  • Pada umumnya didesain dengan bobot ringan.

Kekurangan:

  • Tidak tahan panas.
  • Gampang rusak.
  • Mahal
  • Kalau patah sulit diperbaiki.
  1. Titanium

Titanium frame

Kalau ini, biasanya dapat julukan ‘The Mother of Bicycle Frame’. Material ini punya ciri keras, kaku, tapi tetap ringan. Titanium merupakan material terbaik di antara yang lainnya.

Bobotnya ringan, daya tahan tinggi, adalah kombinasi yang tepat untuk frame sepeda. Meskipun ringan, material ini terbilang tahan banting dan juga tahan karat. Biasanya frame ini dipakai biker profesional.

Penutup

Itulah beberapa jenis material yang bisa kamu ketahui. Sekarang, tentukan saja mau beli sepeda dengan frame yang mana. Jangan lupa sesuaikan dengan kebutuhanmu, ya.


Leave a Reply

Your email address will not be published.