Kenapa Ada Pembagian Kelas pada Sepeda Listrik?

Kenapa Ada Pembagian Kelas pada Sepeda Listrik?

Sepeda listrik dibagi menjadi beberapa kelas tertentu. Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan kapasitas motor atau kecepatannya. Pasalnya dengan kemampuan yang berbeda, penanganan dan peraturan yang dilakukan juga berbeda.

Tidak hanya itu saja. Masih ada sejumlah alasan lain yang mendasari perbedaan tersebut. Bagi kamu yang ingin mengetahuinya, kami akan menyediakan uraian secara lengkapnya yang bisa kamu baca dalam artikel ini.

Kenapa Sepeda Listrik Dibagi Berdasarkan Kelas?

Motor listrik yang ada dalam sepeda dapat mengubah sepeda jadi berbeda. Secara komponen, sepeda listrik punya komponen khusus yang berbeda dari sepeda pada umumnya.

Misalnya saja berbeda dari segi ban, drivetrain, rantai, dan lainnya. Perbedaan komponen tersebut juga membuat sepeda lebih kuat dalam mengantisipasi adanya pergerakan sepeda yang lebih agresif.

Sepeda umum dapat digunakan oleh semua kalangan dan tidak ada persyaratan khusus. Berbeda dengan sepeda listrik yang membutuhkan kemampuan tertentu dan juga khusus untuk beberapa orang saja.

Setiap negara dan kota biasanya memberikan beberapa kategori terhadap kelas sepeda listrik. Kemudian setiap kelas juga memiliki peraturan dan undang-undang yang berbeda.

Misalnya saja kelas sepeda listrik apa saja yang harus masuk jalur sepeda biasa, kelas sepeda yang memiliki syarat umur pemakai, dan kelas sepeda listrik mana yang membutuhkan SIM layaknya pengendara bermotor.

Jenis-jenis Sepeda Listrik

Seperti yang sudah dikatakan, sepeda listrik dibagi menjadi beberapa jenis. Setiap jenis mewakili karakteristiknya masing-masing. Perbedaan yang ada biasanya cukup mendasar. Bisa dari segi kecepatan dan lainnya. Rinciannya bisa dicek di bagian ini:

  1. Pedal Assist

Kelas pertama dari sepeda listrik adalah Pedal Assist. Motor listrik yang ada di dalamnya akan aktif ketika pedal mulai dikayuh. Kelas ini memiliki kecepatan yang relatif rendah.

Pedal Assist (PAS) merupakan jenis motor listrik yang aktif ketika pedal mulai digowes atau dikayuh. Sepeda listrik ini mempunyai sensor di bagian hub roda atau bottom bracket.

Biasanya ada tiga jenis sensor:

  • Cadence sensor: mengaktifkan motor dengan kecepatan putaran pedal.
  • Torque sensor: mengaktifkan motor dengan kekuatan pedal dikayuh.
  • Speed sensor: mengaktifkan motor berdasarkan kecepatan laju sepeda.

Batas kecepatan dari sepeda ini yakni 25 km/jam di Eropa, 32 km/jam di Amerika. Biasanya motor akan mati setelah mencapai kecepatan tersebut. Jika ingin lebih cepat, perlu ditambah dengan kekuatan kayuhan kaki.

Adapun aturan yang diberikan yakni bisa masuk ke lajur khusus pesepeda, tidak butuh SIM, dan peraturan sebagaimana sepeda biasa.

  1. Power On Demand

Selanjutnya ada kelas Power On Demand. Motor listrik bisa diaktifkan dengan tuas gas atau throttle. Bisa juga dengan kayuhan pedal. Sepeda listrik ini punya gas layaknya kendaraan bermotor.

Jadi, meskipun tidak menggunakan bantuan pedal, motor listrik yang ada di dalamnya bisa diaktifkan. Penambahan kecepatan bisa dilakukan dengan memutar throttle yang ada di handlebars sepeda.

Batasan kecepatan yang diberikan sama dengan kelas yang pertama tadi. Meskipun begitu, masih ada sejumlah negara yang memberikan batas minimum usia dan bahkan ada negara yang mengharuskan kendaraan ini memiliki plat nomor.

Power On Demand ini biasanya banyak digunakan pada sepeda jenis touring, MTB, road bike, dan gravel bike. Biasanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh agar tidak cepat lelah.

  1. Speed Pedelec

Jenis Speed Pedelec ini memiliki motor listrik yang bisa dipacu dalam kecepatan tinggi. Batasnya bisa mencapai 45 km/jam. Sepeda ini sering disebut dengan S-Pedelec lantaran bisa mencapai kecepatannya lebih tinggi dibandingkan Pedelec biasa.

Adapun peraturan yang diberikan untuk sepeda kelas ini jauh lebih ketat dibandingkan peraturan untuk kedua jenis sepeda sebelumnya. Umumnya jenis Speed Pedelec tidak diperbolehkan masuk ke dalam lajur sepeda.

Selain itu, setiap pengendara juga wajib memiliki SIM dan kendaraannya sudah memiliki plat nomor layaknya kendaraan bermotor pada umumnya. Biasanya, sepeda jenis ini ditawarkan dengan harga yang cukup tinggi.

Tentu saja alasan utamanya karena memiliki motor serta struktur sepeda yang jauh lebih kuat dibandingkan dua jenis sepeda sebelumnya.

  1. High Powered

Sepeda listrik jenis satu ini memiliki tenaga lebih dari 750 Watt. Kecepatan maksimumnya ada di kisaran 45 km/jam. Biasanya jenis ini dipakai untuk jenis fat ebike, sepeda listrik kargo, dirt, dan lain sejenisnya.

Tentu saja, peraturan yang diberlakukan untuk sepeda kelas ini juga sangat ketat. Di Indonesia sendiri sudah ada Permen No.45 tahun 2020 yang mengaturnya. Ada beberapa kewajiban yang wajib dipenuhi seperti:

  • Wajib pakai helm.
  • Usia minimum 12 tahun.
  • Tidak boleh angkut penumpang kecuali sudah disediakan tempat bonceng.
  • Tidak boleh dimodifikasi untuk menambah kecepatan.

Penutup

Itulah alasan mengapa sepeda listrik dibagi menjadi beberapa kelas. Selain itu, sekarang kamu sudah tahu apa saja kelas yang ada dalam sepeda listrik. Semoga semakin lebih tahu!


Leave a Reply

Your email address will not be published.